Aku, entah mulai dari mana aku mulai menjelaskannya.
Sebenarnya aku juga tidak mengerti mengapa catatan ini aku buat.
Bingung, salah satu hal yang paling sering aku lakukan.
Seperti pagi ini, aku menatap kaca. Kemeja biru, celana kain hitam, rambut hitam.
Tidak terlalu tampan kata orang-orang, ya mungkin karena itu juga Mona meninggalkanku bulan lalu.
Yah jadi curhat kan. Harusnya lelaki seperti aku tidak boleh terkesan lemah seperti ini.
Sama dengan betapa aku berusaha untuk tetap cool dan tenang ketika melihat Mona sore hari itu pergi bersama dengan lelaki pilihannya. Aku berusaha melangkah tegak, berbeda dengan malam harinya saat berjalan pulang pun aku tak sanggup. Mabuk dan berantakan.
Aku tau aku bisa lebih baik.
Aku janji akan naik pangkat bulan depan.
Ah, sudahlah.
Semenjak itu rasanya perempuan itu sama dengan sampah untukku. Aku mulai tidak peduli, bertindak tidak baik pada kaum mereka tapi entah kenapa membuatku merasa lebih baik.
Setelahnya aku mirip dengan kondisi malam itu tetap berantakan namun kali ini mabuk gaji.
Sudah kubuktikan kan aku akan naik pangkat?
Hingga suatu kali kutemui Bunga.
Secara harafiah ya dia memang seperti bunga.
Namun seperti kataku semua bunga bagiku berbau busuk.
Tiba-tiba hari ini dia mengingatkanku untuk jangan lupa membawa dokumen nomor 2 lagi seperti yang aku lakukan pagi ini. Aku jawab "Tidak usah sok peduli"
Dia membuatkan kami semua cupcake manis untuk hari Valentine. Tak lama kemudian cupcake kepunyaanku berpindah tempat ke tempat sampah. "Untuk apa sih?!", aku berkata ketus.
Pagi itu untuk pertama kalinya aku temui dia dalam keadaan panik di rumah sakit.
Salah satu office boy kami membawa anaknya yang tiba-tiba sakit dan kejang di kantor.
Dia menjadi salah satu yang paling panik dan tanpa pikir panjang membantu membawa anak itu ke rumah sakit. Uang rumah sakit pun tidak luput menjadi perhatiannya. Aku melihatnya begitu khawatir. Akupun khawatir ketika hatiku merenguh memandangnya.
Pagi itu, lagi-lagi aku lupa membawa dokumen nomor 2 sialan itu. Dia datang, kembali seperti dulu tanpa sedikitpun rasa kesal pada diriku. "Lain kali coba diurutkan dokumennya dari nomor 1. Jika sudah berurut akan lebih mudah diperiksa", kata Bunga sembari mengambil tasnya. Kali ini aku menjawab dengan sedikit terbata, "Te-terimakasih".
Bunga, dia memang seindah bunga. Aku pun seperti anak kecil yang kembali bahagia melihat keindahannya. "Bunga, bila kini dapat kau lihat aku kian membaik. Semua itu tak lain ialah karena hati baikmu yang selalu memperbaiki.."
--catatan pria patah hati yang sok tegar
Selasa, 06 Agustus 2013
Selasa, 16 Juli 2013
Minggu, 26 Mei 2013
rindu untuk kota Jogjakarta
Sedang berada di jalan yang sudah biasa aku lalui.
Penat, macet, lelah dan membosankan.
Sesaat pandangan teralih ke langit kota Bandung yang muram.
Mungkin langit hatiku semuram sore itu.
Teringat langit lain, yang berwarna teduh.
Dihiasi dengan layang-layang dan udara yang menenangkan.
Nyaman, memang sesuai dengan logo kota ini
"Jogja Berhati Nyaman"
Mulai berputar di ingatan kepala semua sahabat dan indahnya cinta kota ini untukku.
Ah, tiba-tiba mata ini terasa panas berbayang air pandangannya.
Tiba-tiba sayup-sayup terdengar "izinkanlah aku untuk slalu pulang lagi.."
aku ingin pulang lagi, Jogjakarta
Penat, macet, lelah dan membosankan.
Sesaat pandangan teralih ke langit kota Bandung yang muram.
Mungkin langit hatiku semuram sore itu.
Teringat langit lain, yang berwarna teduh.
Dihiasi dengan layang-layang dan udara yang menenangkan.
Nyaman, memang sesuai dengan logo kota ini
"Jogja Berhati Nyaman"
Mulai berputar di ingatan kepala semua sahabat dan indahnya cinta kota ini untukku.
Ah, tiba-tiba mata ini terasa panas berbayang air pandangannya.
Tiba-tiba sayup-sayup terdengar "izinkanlah aku untuk slalu pulang lagi.."
aku ingin pulang lagi, Jogjakarta
Sabtu, 05 Januari 2013
Adinda
Adinda, sempurna dengan segala kecantikannya. Tidak ada yang
tahu ayah ibunya sudah tidak ada. Kerja keras siang dan malam demi beli baju
bagus, sepatu buat ke mall dan tas paling bagus di toko dekat kantor. Katanya
dia bahagia dengan lelaki itu.
“Kamu dimana?”“Sedang bekerja nanti saya telepon lagi”
Selalu seperti itu, entah lelaki itu bekerja apa. Padahal bulan lalu pinjam uang 1 juta, minggu
lalu minta dibelikan sepatu adidas baru, baru 3 hari yang lalu minta dibelikan
celana jeans levis. Tubuh adinda seperti dikuras hingga masuk rumah sakit tadi
sore.
“kamu dimana?”“Sedang bekerja nanti saya telepon lagi”“Saya masuk rumah sakit. Harus dirawat inap katanya”“Rumah sakit mana?Sakit apa kamu?”“Entah. RS dekat kos saya”“Nanti saya kesana”
Telepon itu berakhir pukul 3 siang dan hingga pukul 9 malam
lelaki itu tidak datang. Adinda mencoba mengirimkan pesan kepada lelaki itu.
Terlihat pesan terakhir yang masuk. Bukan ucapan selamat pagi yang manis bukan
pula pertanyaan sudah makan dengan penuh perhatian.
“kamu dimana?saya mau pinjam uang sebentar buat lunasin kredit motor kemarin.”
Pesan demi pesan, esok dan esoknya, lelaki itu tidak pernah
datang. Menjawab telpon saja ogah-ogahan. Kata lelaki itu dia ada urusan
keluarga, urusan kantor, urusan organisasi dan segala urusan tai kucing
lainnya. Adinda punya sabar yang kata orang panjangnya bisa mengalahkan
jembatan suramadu. Tapi tidak malam ini, dinding rumah sakit terasa terlalu
dingin, langit-langit kamar terasa begitu mencekam, kesendirian dan kesepian
meresap perlahan jauh kedaam sanubari.
“Adinda, kamu sakit kanker hati”
Rasa sesak itu muncul mendesak dada. Adinda sekarang sadar hatinya
sudah benar-benar sakit jauh sebelum kanker ini ada.
Senin, 12 November 2012
Malaikat Pagi
Pagi itu rasanya berjalan lebih berat.
Pria itu mulai berjalan dengan kepala tertunduk.
Sudah seminggu istrinya pergi entah kemana.
Air tidak pernah sedingin ini. Udara lelah tidak pernah semenyengat ini.
Tetiba hati terasa pilu melihat malaikat di sudut ruangan itu.
Seperti ada jutaan energi mulai merasuk dari mata hingga ke setiap sel dalam tubuh.
Semua kepedihan segera pria itu sembunyikan
dalam kotak pandora sambil berharap kotak itu akan hilang dimakan waktu.
Pancaran mata malaikat itu meletakkan satu per satu harapan kembali di
langit pagi ini.
Kemeja coklat tua, sepatu semir hitam, tas dengan setumpuk berkas kantor. Sebelum bergegas, disapanya malaikat itu.
Lebih tepatnya malaikat kecil itu.
“Ayah pergi kerja dulu sayang..Doakan ya”
Sabtu, 27 Oktober 2012
Rabu, 22 Agustus 2012
kupu-kupu buruk rupa & bunga hutan (part1)
Dia adalah kupu-kupu paling
sempurna di hutan ini. Kedua matanya
yang coklat, antena di kepalanya tergulung tegak sempurna, kelopak sayapnya
yang berwarna biru disapu serbuk emas
yang berkilauan. Siapapun makhluk hutan yang melihatnya pasti akan terpukau. Sementara
aku hanyalah kupu-kupu jelek dengan sayap berwarna kuning pucat. Sangat sulit
untuk mendapatkan madu yang paling baik di hutan ini bila tidak memiliki kecantikan
layaknya dia. Namanya pun secantik dirinya, Meryl.
“Naena, ayo cepat cari madunya
kembali!” geram ibu.
Aku terkaget dan mulai terbang
dengan malas.
Aku mulai perjalanan melelahkan
ini dari kumpulan bunga mawar di dekat pohon-pohon rindang di tengah hutan.
Selalu seperti ini aku hanya akan dicemooh oleh golongan bunga cantik ini. Aku pun
beringsut pergi.
Berikutnya aku pergi ke bunga
matahari, bunga yang besar dengan madu
yang sangat banyak pula. Akupun mulai menunggu dalam antrian yang panjangnya
bisa membuat aku tidur disini hingga esok. Lama dan sangat lama aku mulai
lemas. Tiba-tiba datanglah kupu-kupu cantik itu. Ia datang memutus antrian dan
mengambil madu setengah dari persediaan bunga matahari. Aku kesal, sudah pasti
madu tidak akan aku dapat hari ini.
Perjalanan pulang pun terasa
seperti ditusuk duri-duri dari rawa hutan dengan perut lapar seperti ini.
Tiba-tiba dari dalam hutan aku mendengar suara nyanyian. Tidak terlalu merdu
tapi sangat menyenangkan. Aku pun terbang jauh kedalam hutan. Gelap dan mulai
dingin, aku sadar ini sudah terlalu jauh! Namun suara nyanyian itu terus
membuatku penasaran.
Betapa kecewanya aku karena
sesampainya pada suara itu, yang aku lihat bunga-bunga buruk rupa berwarna
kelabu kecoklatan, beberapa berlumpur dan baunya tidak terlalu enak.
“Apa yang kamu cari kupu-kupu
kecil?” tanya salah satu bunga buruk rupa itu.
“Tidak ada, aku hanya tersesat
dan ingin pulang” jawabku sambil bergegas pergi.
“Wajahmu terlihat sangat lelah.
Kemarilah dan minumlah sedikit madu hutan ini” jawabnya ramah.
Perutku memang sudah berontak karena sejak pagi belum makan.
Maka akupun terbang mendekat dan mulai minum madu hutan itu.
“Wah ternyata madu hutan ini..
Rabu, 08 Agustus 2012
sugeng tanggap warso lina :D
Happy 21st Birthday Yulita Angelina
…………………………………………………………………………………..
setelah perundingan yang cukup lama oleh karena rasa bersalah yang teramat sangat, ini hadiah sederhana untuk mu lina lara (:
———————————————————————————————————
ini beberapa bait puisi yang aku tulis, mungkin tidak terlalu jelas terdengar di video:
si jenong.si beringin albino.si gendut tukang tidur
…………………………………………………………………………………..
setelah perundingan yang cukup lama oleh karena rasa bersalah yang teramat sangat, ini hadiah sederhana untuk mu lina lara (:
———————————————————————————————————
ini beberapa bait puisi yang aku tulis, mungkin tidak terlalu jelas terdengar di video:
seperti proyektor yang memutar kembali film yang samaslamat tanggal 4 juli!
hari ini pun kembali diputar satu sinema kehidupan
seperti ilusi lainnya, mungkin semua ini terasa tak nyata
tapi kebahagiaan hari ini semoga terasa lebih hangat dari matahari pagi
Selamat umur baru sahabat!
banyak doa yang kukirimkan dengan hati pada Gusti Allah hari ini
smoga slalu dalam penyertaan-Nya seluruh hati, kesehatan, perhatian dan kehidupan mu..
masih panjang jalan, masih tinggi bukit, masih jauh menuju senja
aku akan slalu ada memberi sedikit tawa, kenangan serta kehadiran yang meneduhkan di menegangkannya petualangan kehidupan mu..
slalu!
si jenong.si beringin albino.si gendut tukang tidur
Jumat, 03 Agustus 2012
kisah di langit
Suatu malam bertemulah aku si putri cantik dari negeri awan dengan Paman Bulan di langit,
"halo Paman bulan" sapaku.
"halo awan kecil" jawabnya. Ya memang seperti itu ia memanggil ku, awan kecil.
Aku selalu kasian melihat paman bulan karena ia akan terus menjaga tidur semua orang di bumi seorang diri sepanjang malam. Terkadang aku ingin menemaninya hingga subuh nanti. Tetapi bibi Angin akan datang dan meniupkan kemarahan dinginnya hingga aku akan kembali jauh ke atas langit untuk beristirahat sebelum pagi datang.
Sementara siang datang, aku bertemu dengan wanita favoritku di langit! ya dia bibi Matahari, badannya yang hangat membuat aku terlihat lebih cantik saat berada di dekatnya.
"halo bibi Matahari" sapaku.
"halo awan kecil" jawabnya. Lalu aku pun terdiam, seperti mengingat sesuatu.
Malamnya aku kembali mencari paman Bulan, dan bertanya "Paman bulan, apakah kamu pernah berandai-andai untuk menjadi benda langit lainnya di kehidupan ini?".
"Tidak, bukan ingin menjadi benda langit lainnya awan kecil sayang. Paman ingin menjadi manusia" jawab Paman bulan.
"Paman, menjadi manusia itu tidak enak. Mereka hidup sangat rumit dan pelik. Hanya mondar-mandir dengan wajah berkerut sepanjang hari lalu tiba-tiba tertawa, menangis. Mereka itu aneh" ketusku.
Paman bulan hanya tertawa dan mengusap-ngusap lembut rambutku.
Bibi Matahari terlihat sangat sedih hari ini. Sepanjang hari kami para bangsa awan terus menemaninya dan mengerubunginya sehingga langit menjadi terasa gelap dan mendung. Ketika Senja datang dan Bibi Matahari harus pulang akhirnya ia bercerita kepadaku tentang hatinya.
Wah, Bibi Matahari sedang jatuh cinta. Ia jatuh cinta pada sesuatu. Dia hanya bercerita bahwa "sesuatu" itu punya juga punya pancaran cahaya bagi bumi. Bedanya "sesuatu" itu punya sinar yang lebih indah, dan tenang serta tidak terik seperti Bibi Matahari. "Sesuatu" sangat sederhana dan setia, ia tetap hangat walau terus terpaksa menemani dingin. Paman bulan!
Malam hari itu aku menemui paman Bulan dan menceritakan semua kejadian di siang hari itu. Ia terlihat sangat sedih dan menyesal. Paman bulan juga ternyata jatuh cinta pada Bibi matahari.
Mereka jatuh cinta hanya karena pertemuan singkat dan samar-samar yang hanya jarang terjadi di di kala senja dan fajar pagi tiba
Esok harinya pun aku berencana untuk mempertemukan mereka di langit. Sebelum bibi Matahari pergi pada saat senja. aku membangunkan Paman bulan lebih awal dari tidur panjangnya. Aku menarik tangannya dan terus berlari. Sesampainya disana, langit sudah gelap dan Bibi Matahari samar-samar sudah pergi jauh ke tempat lain. Paman bulan dan aku tertunduk lesu.
Esok paginya aku dan Bibi Matahari meminta bantuan bibi Angin untuk membantu kami sampai di langit secepatnya agar dapat bertemu Paman Bulan. Kesal. Aku hanya selalu terlambat dan terlambat. Paman Bulan sudah tak terlihat.
Malam itu hujan deras karena aku menangis kesal. Paman Bulan datang dan mengusap-ngusap kepalaku. "Sudahlah awan kecil sayang, aku dan Bibi matahari akan baik-baik saja dan menyayangi seperti ini. Sampai kapanpun kami hanya akan bisa jatuh cinta sebagai suatu cerita yang jauh. Aku akan mengirim semua cerita padanya melalui awan-awan yang baik hati sperti mu."
"Ini pesan pertamaku untuknya ya" katanya.
Ia pun membisikkan beberapa baris kalimat padaku.
Paginya aku melihat bibi Matahari masih terus muram. Akupun datang dan membisikkan kalimat semalam padanya "Aku menyayangi mu Matahari, terus dan akan selalu. Tetaplah berada di langit dan menjadi kehangatan bagi semua alam semesta. Kehangatan mu pun akan terus berada di hati ku untuk menemani ku menjaga malam dingin."
Bibi Matahari memelukku dan kami menangis bersama. Hujan pun turun sangat deras pagi itu.
--------------------------------------------------------------------------------------------------------------------
Setiap kali aku melihat ke langit aku akan tersenyum melihat awan kecil yang slalu membawa semua cerita Paman bulan dan Bibi matahari dari jaman dahulu sampai aku menatap langit malam ini (:
"halo Paman bulan" sapaku.
"halo awan kecil" jawabnya. Ya memang seperti itu ia memanggil ku, awan kecil.
Aku selalu kasian melihat paman bulan karena ia akan terus menjaga tidur semua orang di bumi seorang diri sepanjang malam. Terkadang aku ingin menemaninya hingga subuh nanti. Tetapi bibi Angin akan datang dan meniupkan kemarahan dinginnya hingga aku akan kembali jauh ke atas langit untuk beristirahat sebelum pagi datang.
Sementara siang datang, aku bertemu dengan wanita favoritku di langit! ya dia bibi Matahari, badannya yang hangat membuat aku terlihat lebih cantik saat berada di dekatnya.
"halo bibi Matahari" sapaku.
"halo awan kecil" jawabnya. Lalu aku pun terdiam, seperti mengingat sesuatu.
Malamnya aku kembali mencari paman Bulan, dan bertanya "Paman bulan, apakah kamu pernah berandai-andai untuk menjadi benda langit lainnya di kehidupan ini?".
"Tidak, bukan ingin menjadi benda langit lainnya awan kecil sayang. Paman ingin menjadi manusia" jawab Paman bulan.
"Paman, menjadi manusia itu tidak enak. Mereka hidup sangat rumit dan pelik. Hanya mondar-mandir dengan wajah berkerut sepanjang hari lalu tiba-tiba tertawa, menangis. Mereka itu aneh" ketusku.
Paman bulan hanya tertawa dan mengusap-ngusap lembut rambutku.
Bibi Matahari terlihat sangat sedih hari ini. Sepanjang hari kami para bangsa awan terus menemaninya dan mengerubunginya sehingga langit menjadi terasa gelap dan mendung. Ketika Senja datang dan Bibi Matahari harus pulang akhirnya ia bercerita kepadaku tentang hatinya.
Wah, Bibi Matahari sedang jatuh cinta. Ia jatuh cinta pada sesuatu. Dia hanya bercerita bahwa "sesuatu" itu punya juga punya pancaran cahaya bagi bumi. Bedanya "sesuatu" itu punya sinar yang lebih indah, dan tenang serta tidak terik seperti Bibi Matahari. "Sesuatu" sangat sederhana dan setia, ia tetap hangat walau terus terpaksa menemani dingin. Paman bulan!
Malam hari itu aku menemui paman Bulan dan menceritakan semua kejadian di siang hari itu. Ia terlihat sangat sedih dan menyesal. Paman bulan juga ternyata jatuh cinta pada Bibi matahari.
Mereka jatuh cinta hanya karena pertemuan singkat dan samar-samar yang hanya jarang terjadi di di kala senja dan fajar pagi tiba
Esok harinya pun aku berencana untuk mempertemukan mereka di langit. Sebelum bibi Matahari pergi pada saat senja. aku membangunkan Paman bulan lebih awal dari tidur panjangnya. Aku menarik tangannya dan terus berlari. Sesampainya disana, langit sudah gelap dan Bibi Matahari samar-samar sudah pergi jauh ke tempat lain. Paman bulan dan aku tertunduk lesu.
Esok paginya aku dan Bibi Matahari meminta bantuan bibi Angin untuk membantu kami sampai di langit secepatnya agar dapat bertemu Paman Bulan. Kesal. Aku hanya selalu terlambat dan terlambat. Paman Bulan sudah tak terlihat.
Malam itu hujan deras karena aku menangis kesal. Paman Bulan datang dan mengusap-ngusap kepalaku. "Sudahlah awan kecil sayang, aku dan Bibi matahari akan baik-baik saja dan menyayangi seperti ini. Sampai kapanpun kami hanya akan bisa jatuh cinta sebagai suatu cerita yang jauh. Aku akan mengirim semua cerita padanya melalui awan-awan yang baik hati sperti mu."
"Ini pesan pertamaku untuknya ya" katanya.
Ia pun membisikkan beberapa baris kalimat padaku.
Paginya aku melihat bibi Matahari masih terus muram. Akupun datang dan membisikkan kalimat semalam padanya "Aku menyayangi mu Matahari, terus dan akan selalu. Tetaplah berada di langit dan menjadi kehangatan bagi semua alam semesta. Kehangatan mu pun akan terus berada di hati ku untuk menemani ku menjaga malam dingin."
Bibi Matahari memelukku dan kami menangis bersama. Hujan pun turun sangat deras pagi itu.
--------------------------------------------------------------------------------------------------------------------
Setiap kali aku melihat ke langit aku akan tersenyum melihat awan kecil yang slalu membawa semua cerita Paman bulan dan Bibi matahari dari jaman dahulu sampai aku menatap langit malam ini (:
Kamis, 12 Juli 2012
halo july!
Hidup ini rasanya menjadi lebih mudah ketika semua hal yang menjadi pusat adalah diri sendiri. Semua hal baik dan keberhasilan adalah emang dari usaha setengah mati gue dan ijin Sang Pencipta. Apapun yang gue bisa lakuin sendiri, sebisa mungkin akan gue lakukan sendiri. Tidak bergantung pada orang lain. Versi parahnya bahkan tidak mengharapkan partisipasi bantuan dari orang lain. Baik bantuan fisik ataupun moral. Tidak ada ekspektasi akan pentingnya orang lain.
Sebentar, jangan salah kaprah dengan mengartikan ini sombong ataupun egois. Saya masih sangat peduli terhadap orang lain
Tapi pernah merasa menyesal karena tau lu harusnya bisa melakukan sesuatu jauh lebih baik tapi karena mengharapkan atau berekspektasi lebih dari orang lain semuanya menjadi tidak maximal dan akhirnya cuma ada penyesalan?
Gue benci perasaan menyesal. Hidup dengan penyesalan itu bahkan jauh lebih menyedihkan daripada hidup dalam kesedihan. Oleh karena itu gue selalu berusaha yang terbaik dan maksimal di setiap kesempatan yang gue punya. Iya, gue ga sempurna, dan pernah mengecewakan. Bahkan yang paling bikin gue sedih adalah gue mengecewakan diri gue sendiri. Ini bodoh.
Gue pernah ada di suatu area nyaman, area baik yang bikin gue benar-benar menjadi seorang yang gue suka lalu tiba-tiba keadaan berubah dan gue kehilangan..sbentar, tau kehilangan apa yg bikin gue bisa merasa sangat sedih? Iya, gue kehilangan diri gue sendiri.
Sekarang mungkin gue lagi di titik dimana gue benar-benar percaya "jangan percaya pada siapapun kecuali diri mu sendiri"
Titik dimana memaafkan diri sendiri menjadi hal yang buat gue acak-acakan saking sulitnya.
Titik dimana gue kembali lagi menjadi orang yang skeptis, bahkan kali ini akan sangat skeptis.
1 hal yang syukurnya ga pernah hilang, adalah kesederhanaan yang gue suka, mencukupkan diri gue untuk dengan keadaan yang ada. Tidak berlebih jika memang tidak punya lebih. Bukan berarti tidak berusaha lebih, tapi besar pasak daripada tiang hanya akan merubuhkan segala sesuatunya.
Kebahagiaan kita itu sumbernya hanya 1 yaitu dari diri kita masing-masing. Gimana isi hati lu, gimana pikiran lu, gimana cara lu menghargai sesuatu, gimana lu memaknai sesuatu. Gue masih jauh dari apa yang gue harapkan menjadi seorang "Angelia Novita Naibaho" dan bahkan menjadi seseorang yang ada dalam tulisan gue ini. Gue seorang pemimpi dari dulu hingga sekarang. Buat gue ga ada yang ga mungkin jika restu Tuhan ikut mengiringi. Jadi pasti masih bisa!
Semoga masih ada waktu yang cukup ya Gusti, beri saya kesempatan lagi..
Gue hanya tidak akan meninggalkan Gusti Allah dan maka semuanya akan baik-baik saja. Semoga tidak terlambat
Let's do our best, and let God do the rest.
(tulisan ini dibuat semata-mata hanya sebagai pengingat karena dari dulu saya lebih suka melihat tulisan dibanding mendengarnya, memaklumi betapa pelupanya saya. Tidak suka berbicara terlalu banyak karena tindakan akan memperlihatkan lengkungan indahnya niat baik dan peluh usaha dengan lebih jelas dibanding apapun itu. Mari kita dengarkan ode pengusir sepi malam ini~)
Tapi pernah merasa menyesal karena tau lu harusnya bisa melakukan sesuatu jauh lebih baik tapi karena mengharapkan atau berekspektasi lebih dari orang lain semuanya menjadi tidak maximal dan akhirnya cuma ada penyesalan?
Gue benci perasaan menyesal. Hidup dengan penyesalan itu bahkan jauh lebih menyedihkan daripada hidup dalam kesedihan. Oleh karena itu gue selalu berusaha yang terbaik dan maksimal di setiap kesempatan yang gue punya. Iya, gue ga sempurna, dan pernah mengecewakan. Bahkan yang paling bikin gue sedih adalah gue mengecewakan diri gue sendiri. Ini bodoh.
Gue pernah ada di suatu area nyaman, area baik yang bikin gue benar-benar menjadi seorang yang gue suka lalu tiba-tiba keadaan berubah dan gue kehilangan..sbentar, tau kehilangan apa yg bikin gue bisa merasa sangat sedih? Iya, gue kehilangan diri gue sendiri.
Sekarang mungkin gue lagi di titik dimana gue benar-benar percaya "jangan percaya pada siapapun kecuali diri mu sendiri"
Titik dimana memaafkan diri sendiri menjadi hal yang buat gue acak-acakan saking sulitnya.
Titik dimana gue kembali lagi menjadi orang yang skeptis, bahkan kali ini akan sangat skeptis.
1 hal yang syukurnya ga pernah hilang, adalah kesederhanaan yang gue suka, mencukupkan diri gue untuk dengan keadaan yang ada. Tidak berlebih jika memang tidak punya lebih. Bukan berarti tidak berusaha lebih, tapi besar pasak daripada tiang hanya akan merubuhkan segala sesuatunya.
Kebahagiaan kita itu sumbernya hanya 1 yaitu dari diri kita masing-masing. Gimana isi hati lu, gimana pikiran lu, gimana cara lu menghargai sesuatu, gimana lu memaknai sesuatu. Gue masih jauh dari apa yang gue harapkan menjadi seorang "Angelia Novita Naibaho" dan bahkan menjadi seseorang yang ada dalam tulisan gue ini. Gue seorang pemimpi dari dulu hingga sekarang. Buat gue ga ada yang ga mungkin jika restu Tuhan ikut mengiringi. Jadi pasti masih bisa!
Semoga masih ada waktu yang cukup ya Gusti, beri saya kesempatan lagi..
Gue hanya tidak akan meninggalkan Gusti Allah dan maka semuanya akan baik-baik saja. Semoga tidak terlambat
Let's do our best, and let God do the rest.
(tulisan ini dibuat semata-mata hanya sebagai pengingat karena dari dulu saya lebih suka melihat tulisan dibanding mendengarnya, memaklumi betapa pelupanya saya. Tidak suka berbicara terlalu banyak karena tindakan akan memperlihatkan lengkungan indahnya niat baik dan peluh usaha dengan lebih jelas dibanding apapun itu. Mari kita dengarkan ode pengusir sepi malam ini~)
Senin, 09 April 2012
memorisau
mungkin ini, saat seperti ini, ini yang dinamakan
aku sedang berperang dengan seluruh alam semesta
aku menantang langit, aku menentang matahari, aku membenci bintang, aku mengacaukan kelabu malam.
aku merasa menang, dengan aku mengalah
semakin aku (merasa) menang, semakin hancur satu persatu semua kekuatan nurani ini
mengalah tidak selalu kalah namun kenyatannya aku kalah
kalah oleh dinginnya malam, bukan dingin yang menusuk kulit, bukan dingin yang menggetarkan tulang
hanya dingin sederhana
dingin yang membekukan hati..
aku sedang berperang dengan seluruh alam semesta
aku menantang langit, aku menentang matahari, aku membenci bintang, aku mengacaukan kelabu malam.
aku merasa menang, dengan aku mengalah
semakin aku (merasa) menang, semakin hancur satu persatu semua kekuatan nurani ini
mengalah tidak selalu kalah namun kenyatannya aku kalah
kalah oleh dinginnya malam, bukan dingin yang menusuk kulit, bukan dingin yang menggetarkan tulang
hanya dingin sederhana
dingin yang membekukan hati..
Rabu, 02 November 2011
Minggu, 02 Oktober 2011
egosentris
bila anda tidak dapat melakukan semua hal yang saya sukai, tidak bisa kah anda dengan hanya tidak melakukan hal yang saya benci?
Senin, 04 Juli 2011
040711 to: yulita angelina
Tuhan akan menjaga mu sejauh jarak yang tidak bisa aku bayangkan.
Tuhan akan menyayangi mu jauh lebih dalam dari siapapun menyayangi mu.
Tuhan akan memberikan semua yang kamu butuhkan lebih dari apa yang kau tau paling kau butuhkan, mungkin bukan yang kau ingin kan tapi yakinlah akan sejuta kali lipat lebih indah dari semua mimpi mu yang paling indah
Tuhan akan memberkati mu dengan berkatnya yang paling melimpah terus menerus seperti sungai yang mengalir dalam hidup mu tiap harinya.
Semua kebahagiaan akan Tuhan curahkan seperti sinar matahari yang menerangi hati dan hari-hari mu
Ia akan menjagamu tetap hangat dan aman dalam lindungan-Nya hingga sakit dan dingin tidak akan menyakiti mu
Ia memberi bukan hanya orang-orang yang kamu butuhkan tapi juga mereka mengisi dan memberi warna warni dalam kanvas hidup mu
Ungkapan syukur tak terperi,ucapan terima kasih tak terhingga untuk Tuhan karena telah memberikan 20 tahun yang indah untuk sahabat ku yang indah”
Kejarlah semua mimpi-mimpi mu dan berdoalah dalam setiap langkah yang kau tempuh! Selamat ulang tahun :)
Tuhan akan menyayangi mu jauh lebih dalam dari siapapun menyayangi mu.
Tuhan akan memberikan semua yang kamu butuhkan lebih dari apa yang kau tau paling kau butuhkan, mungkin bukan yang kau ingin kan tapi yakinlah akan sejuta kali lipat lebih indah dari semua mimpi mu yang paling indah
Tuhan akan memberkati mu dengan berkatnya yang paling melimpah terus menerus seperti sungai yang mengalir dalam hidup mu tiap harinya.
Semua kebahagiaan akan Tuhan curahkan seperti sinar matahari yang menerangi hati dan hari-hari mu
Ia akan menjagamu tetap hangat dan aman dalam lindungan-Nya hingga sakit dan dingin tidak akan menyakiti mu
Ia memberi bukan hanya orang-orang yang kamu butuhkan tapi juga mereka mengisi dan memberi warna warni dalam kanvas hidup mu
Ungkapan syukur tak terperi,ucapan terima kasih tak terhingga untuk Tuhan karena telah memberikan 20 tahun yang indah untuk sahabat ku yang indah”
Kejarlah semua mimpi-mimpi mu dan berdoalah dalam setiap langkah yang kau tempuh! Selamat ulang tahun :)
Rabu, 12 Januari 2011
Friendship (Persahabatan) - Khalil Gibran
And a youth said, "Speak to us of Friendship."
Your friend is your needs answered.
He is your field which you sow with love and reap with thanksgiving.
And he is your board and your fireside.
For you come to him with your hunger, and you seek him for peace.
When your friend speaks his mind you fear not the "nay" in your own mind, nor do you withhold the "ay."
And when he is silent your heart ceases not to listen to his heart;
For without words, in friendship, all thoughts, all desires, all expectations are born and shared, with joy that is unacclaimed.
When you part from your friend, you grieve not;
For that which you love most in him may be clearer in his absence, as the mountain to the climber is clearer from the plain.
And let there be no purpose in friendship save the deepening of the spirit.
For love that seeks aught but the disclosure of its own mystery is not love but a net cast forth: and only the unprofitable is caught.
And let your best be for your friend.
If he must know the ebb of your tide, let him know its flood also.
For what is your friend that you should seek him with hours to kill?
Seek him always with hours to live.
For it is his to fill your need, but not your emptiness.
And in the sweetness of friendship let there be laughter, and sharing of pleasures.
For in the dew of little things the heart finds its morning and is refreshed.
*************************************************************************************
Dan seorang remaja berkata, Bicaralah pada kami tentang Persahabatan.
Dan dia menjawab:
Sahabat adalah keperluan jiwa, yang mesti dipenuhi.
Dialah ladang hati, yang kau taburi dengan kasih dan kau tuai dengan penuh rasa terima kasih.
Dan dia pulalah naungan dan pendianganmu.
Kerana kau menghampirinya saat hati lupa dan mencarinya saat jiwa mahu kedamaian.
Bila dia berbicara, mengungkapkan fikirannya, kau tiada takut membisikkan kata “Tidak” di kalbumu sendiri, pun tiada kau menyembunyikan kata “Ya”.
Dan bilamana dia diam,hatimu berhenti dari mendengar hatinya; kerana tanpa ungkapan kata, dalam persahabatan, segala fikiran, hasrat, dan keinginan dilahirkan bersama dan dikongsi, dengan kegembiraan tiada terkirakan.
Di kala berpisah dengan sahabat, tiadalah kau berdukacita;
Kerana yang paling kau kasihi dalam dirinya, mungkin kau nampak lebih jelas dalam ketiadaannya, bagai sebuah gunung bagi seorang pendaki, nampak lebih agung daripada tanah ngarai dataran.
Dan tiada maksud lain dari persahabatan kecuali saling memperkaya roh kejiwaan.
Kerana cinta yang mencari sesuatu di luar jangkauan misterinya, bukanlah cinta , tetapi sebuah jala yang ditebarkan: hanya menangkap yang tiada diharapkan.
Dan persembahkanlah yang terindah bagi sahabatmu.
Jika dia harus tahu musim surutmu, biarlah dia mengenali pula musim pasangmu.
Gerangan apa sahabat itu jika kau sentiasa mencarinya, untuk sekadar bersama dalam membunuh waktu?
Carilah ia untuk bersama menghidupkan sang waktu!
Kerana dialah yang bisa mengisi kekuranganmu, bukan mengisi kekosonganmu.
Dan dalam manisnya persahabatan, biarkanlah ada tawa ria dan berkongsi kegembiraan..
Kerana dalam titisan kecil embun pagi, hati manusia menemui fajar dan ghairah segar kehidupan.
by Khalil Gibran
1883-1931, written in 1923
Your friend is your needs answered.
He is your field which you sow with love and reap with thanksgiving.
And he is your board and your fireside.
For you come to him with your hunger, and you seek him for peace.
When your friend speaks his mind you fear not the "nay" in your own mind, nor do you withhold the "ay."
And when he is silent your heart ceases not to listen to his heart;
For without words, in friendship, all thoughts, all desires, all expectations are born and shared, with joy that is unacclaimed.
When you part from your friend, you grieve not;
For that which you love most in him may be clearer in his absence, as the mountain to the climber is clearer from the plain.
And let there be no purpose in friendship save the deepening of the spirit.
For love that seeks aught but the disclosure of its own mystery is not love but a net cast forth: and only the unprofitable is caught.
And let your best be for your friend.
If he must know the ebb of your tide, let him know its flood also.
For what is your friend that you should seek him with hours to kill?
Seek him always with hours to live.
For it is his to fill your need, but not your emptiness.
And in the sweetness of friendship let there be laughter, and sharing of pleasures.
For in the dew of little things the heart finds its morning and is refreshed.
*************************************************************************************
Dan seorang remaja berkata, Bicaralah pada kami tentang Persahabatan.
Dan dia menjawab:
Sahabat adalah keperluan jiwa, yang mesti dipenuhi.
Dialah ladang hati, yang kau taburi dengan kasih dan kau tuai dengan penuh rasa terima kasih.
Dan dia pulalah naungan dan pendianganmu.
Kerana kau menghampirinya saat hati lupa dan mencarinya saat jiwa mahu kedamaian.
Bila dia berbicara, mengungkapkan fikirannya, kau tiada takut membisikkan kata “Tidak” di kalbumu sendiri, pun tiada kau menyembunyikan kata “Ya”.
Dan bilamana dia diam,hatimu berhenti dari mendengar hatinya; kerana tanpa ungkapan kata, dalam persahabatan, segala fikiran, hasrat, dan keinginan dilahirkan bersama dan dikongsi, dengan kegembiraan tiada terkirakan.
Di kala berpisah dengan sahabat, tiadalah kau berdukacita;
Kerana yang paling kau kasihi dalam dirinya, mungkin kau nampak lebih jelas dalam ketiadaannya, bagai sebuah gunung bagi seorang pendaki, nampak lebih agung daripada tanah ngarai dataran.
Dan tiada maksud lain dari persahabatan kecuali saling memperkaya roh kejiwaan.
Kerana cinta yang mencari sesuatu di luar jangkauan misterinya, bukanlah cinta , tetapi sebuah jala yang ditebarkan: hanya menangkap yang tiada diharapkan.
Dan persembahkanlah yang terindah bagi sahabatmu.
Jika dia harus tahu musim surutmu, biarlah dia mengenali pula musim pasangmu.
Gerangan apa sahabat itu jika kau sentiasa mencarinya, untuk sekadar bersama dalam membunuh waktu?
Carilah ia untuk bersama menghidupkan sang waktu!
Kerana dialah yang bisa mengisi kekuranganmu, bukan mengisi kekosonganmu.
Dan dalam manisnya persahabatan, biarkanlah ada tawa ria dan berkongsi kegembiraan..
Kerana dalam titisan kecil embun pagi, hati manusia menemui fajar dan ghairah segar kehidupan.
by Khalil Gibran
1883-1931, written in 1923
Rabu, 08 Desember 2010
(un)Happy [complicated version]
Setelah sekian lama tidak menulis , saya punya beberapa cerita yang ingin saya bagi dengan suasana malam yang dingin ini. Entah kenapa hujan terus mengguyur Bandung semenjak sore hingga malam ini. Ada sebuah cerita, tidak panjang, tidak rumit. Beberapa minggu yang lalu saya mendapatkan pesan singkat yang membawa saya kembali ke beberapa tahun yang lalu.
Mungkin terlalu naif rasanya jika kita selalu mengatakan kebahagiaan orang lain bisa membuat kita bahagia. Saya tau tidak begitu keadaannya. Tapi apa kebahagiaan namanya jika hanya kamu yang merasakannya? Apa kebahagiaan namanya jika kamu tidak membaginya dengan orang lain? Kebahagiaan mungkin memang datang sendiri tetapi ia akan pergi lebih cepat bila kamu tidak membaginya dengan orang lain. Sampai sekarang pun konsep ‘bahagia’ masih terasa sangat absurd buat saya, mungkin buat setiap orang. Sebenarnya sangat sederhana tapi sangat sulit dimengerti dan diungkapkan.
Beberapa tahun yang lalu pun terasa sama seperti ini. Kembali ke cerita tersebut, teman baik saya mengatakan bahwa ia akan berkunjung ke Bandung mengunjungi saya dan teman saya di Bandung. Setelah sekian lama akhirnya kesempatan ini datang juga. Proses yang sungguh sulit dan kompleks untuk kami bertemu dengan dia. Malam itu sekitar pukul 7 saya sampai di suatu FO terkenal di Bandung untuk menemui ia dan teman saya. Saya menyusuri toko itu dan mencari-cari si kecil wanita lara itu. Di suatu lorong saya melihatnya tersenyum. Melihatnya dan memeluknya.
Hal lainnya terjadi sekitar beberapa bulan yang lalu, Ayah saya akan berkunjung ke Bandung untuk mengurus beberapa urusan dan mengunjungi anak-anaknya di Bandung. Sesampainya di rumah saya melihat sosok itu. Masih kurus dengan tubuh tegapnya, masih sangat manis dengan kedua lesung pipinya , masih dengan senyum hangatnya yang membuat saya selalu merasakan kebaikan Tuhan selama 19 tahun ini.
Ketika mendapat hadiah, mendapat "keberuntungan", bisa tertawa sepuasnya, menghabiskan waktu tanpa masalah yang beruntun.
Mungkin itu yang namanya ‘bahagia’. Terlalu sederhana tapi kata-katapun tidak mampu menuliskannya. Tetapi dengan adanya masalah sana-sini, kejadian yang berat disana-sini, sakit sana-sini,lelah yang teramat sangat. Saya kembali mempertanyakan konsep ‘bahagia’ ini. too complicated.
Pesan singkat yang saya terima beberapa minggu yang lalu itu adalah “Kamu bahagia kan disana?” Sampai sekarang pesan singkat ini tidak saya balas. Entah apa jawaban yang paling tepat untuk pertanyaan ini.
Mungkin terlalu naif rasanya jika kita selalu mengatakan kebahagiaan orang lain bisa membuat kita bahagia. Saya tau tidak begitu keadaannya. Tapi apa kebahagiaan namanya jika hanya kamu yang merasakannya? Apa kebahagiaan namanya jika kamu tidak membaginya dengan orang lain? Kebahagiaan mungkin memang datang sendiri tetapi ia akan pergi lebih cepat bila kamu tidak membaginya dengan orang lain. Sampai sekarang pun konsep ‘bahagia’ masih terasa sangat absurd buat saya, mungkin buat setiap orang. Sebenarnya sangat sederhana tapi sangat sulit dimengerti dan diungkapkan.
Beberapa tahun yang lalu pun terasa sama seperti ini. Kembali ke cerita tersebut, teman baik saya mengatakan bahwa ia akan berkunjung ke Bandung mengunjungi saya dan teman saya di Bandung. Setelah sekian lama akhirnya kesempatan ini datang juga. Proses yang sungguh sulit dan kompleks untuk kami bertemu dengan dia. Malam itu sekitar pukul 7 saya sampai di suatu FO terkenal di Bandung untuk menemui ia dan teman saya. Saya menyusuri toko itu dan mencari-cari si kecil wanita lara itu. Di suatu lorong saya melihatnya tersenyum. Melihatnya dan memeluknya.
Hal lainnya terjadi sekitar beberapa bulan yang lalu, Ayah saya akan berkunjung ke Bandung untuk mengurus beberapa urusan dan mengunjungi anak-anaknya di Bandung. Sesampainya di rumah saya melihat sosok itu. Masih kurus dengan tubuh tegapnya, masih sangat manis dengan kedua lesung pipinya , masih dengan senyum hangatnya yang membuat saya selalu merasakan kebaikan Tuhan selama 19 tahun ini.
Ketika mendapat hadiah, mendapat "keberuntungan", bisa tertawa sepuasnya, menghabiskan waktu tanpa masalah yang beruntun.
Mungkin itu yang namanya ‘bahagia’. Terlalu sederhana tapi kata-katapun tidak mampu menuliskannya. Tetapi dengan adanya masalah sana-sini, kejadian yang berat disana-sini, sakit sana-sini,lelah yang teramat sangat. Saya kembali mempertanyakan konsep ‘bahagia’ ini. too complicated.
Pesan singkat yang saya terima beberapa minggu yang lalu itu adalah “Kamu bahagia kan disana?” Sampai sekarang pesan singkat ini tidak saya balas. Entah apa jawaban yang paling tepat untuk pertanyaan ini.
Selasa, 30 November 2010
i'll be missing you November
Bukan, bukan karena saya tidak suka liburan.
Bukan, bukan karena saya tidak suka hari natal.
Bukan, bukan karena saya tidak suka perayaan tahun baru.
Bukan, bukan karena saya tidak suka lepas dari kegiatan yang menjemukan seperti ini.
mungkin karena saya selalu menyukai bulan November.
November yang selalu dihiasi dengan hujan dan cerita mengesankan di setiap tahunnya
hingga saya selalu menantikan hingga November datang kembali.
Bisakah kau cepat kembali November?
Bukan, bukan karena saya tidak suka hari natal.
Bukan, bukan karena saya tidak suka perayaan tahun baru.
Bukan, bukan karena saya tidak suka lepas dari kegiatan yang menjemukan seperti ini.
mungkin karena saya selalu menyukai bulan November.
November yang selalu dihiasi dengan hujan dan cerita mengesankan di setiap tahunnya
hingga saya selalu menantikan hingga November datang kembali.
Bisakah kau cepat kembali November?
Senin, 01 November 2010
November ke 19
Tidak terasa.
Sehari sebelum hari ini, yaitu hari Minggu saya pergi ke gereja seperti biasa. Di gereja saya mendengar suatu lagu yang sudah lama tidak saya dengar, seperti ini lagunya.
Hari ini 1 November 2010. Ucapan syukur dan terima kasih yang tak terhitung yang hanya dapat saya berikan kepada Sang Pencipta. Sudah 19 tahun lamanya IA memberikan berkat yang tak terhitung, kasih yang tak berkesudahan, penyertaan yang tiada henti, maaf dan pengampunan yang tak putus-putusnya. Semuanya diberikan tanpa saya harus membayar 1 peser pun untuk setiap nafas hidup yang IA berikan.
Menilik kembali ke lagu yang saya tulis diatas, saya sadar hidup yang terkadang dilanda badai dan topan membuat saya terbawa oleh badai itu semakin jauh dari tempat saya harusnya berada. Tetapi ketika saya mengingat kembali semua berkat dan penyertaan Tuhan Yesus, saya pun mulai berusaha kembali berjalan melawan badai itu untuk kembali ketempat saya harusnya berada.Karena di tempat saya "harusnya berada" Tuhan selalu menunggu dan mencintai saya apa adanya tidak seperti berada di 'dunia'.
Begitu banyak keinginan dan permohonan yang saya minta, hanya menunggu hingga Tuhan memilah dan memberikan mana yang sungguh 'kebutuhan' saya. Sambil tetap berharap agar semua permohonan itu dapat terwujud :D
Trimakasih Tuhan Yesus
Trimakasih November
Trimakasih semuanya
Sehari sebelum hari ini, yaitu hari Minggu saya pergi ke gereja seperti biasa. Di gereja saya mendengar suatu lagu yang sudah lama tidak saya dengar, seperti ini lagunya.
Bila topan k'ras melanda hidupmu
Bila putus asa dan letih lesu
Berkat Tuhan satu-satu hitunglah
Kau niscaya kagum oleh kasih-Nya
Berkat Tuhan mari hitunglah
Kau 'kan kagum oleh kasih-Nya
Berkat Tuhan mari hitunglah
Kau niscaya kagum oleh kasih-Nya
Hari ini 1 November 2010. Ucapan syukur dan terima kasih yang tak terhitung yang hanya dapat saya berikan kepada Sang Pencipta. Sudah 19 tahun lamanya IA memberikan berkat yang tak terhitung, kasih yang tak berkesudahan, penyertaan yang tiada henti, maaf dan pengampunan yang tak putus-putusnya. Semuanya diberikan tanpa saya harus membayar 1 peser pun untuk setiap nafas hidup yang IA berikan.
Menilik kembali ke lagu yang saya tulis diatas, saya sadar hidup yang terkadang dilanda badai dan topan membuat saya terbawa oleh badai itu semakin jauh dari tempat saya harusnya berada. Tetapi ketika saya mengingat kembali semua berkat dan penyertaan Tuhan Yesus, saya pun mulai berusaha kembali berjalan melawan badai itu untuk kembali ketempat saya harusnya berada.Karena di tempat saya "harusnya berada" Tuhan selalu menunggu dan mencintai saya apa adanya tidak seperti berada di 'dunia'.
Begitu banyak keinginan dan permohonan yang saya minta, hanya menunggu hingga Tuhan memilah dan memberikan mana yang sungguh 'kebutuhan' saya. Sambil tetap berharap agar semua permohonan itu dapat terwujud :D
Trimakasih Tuhan Yesus
Trimakasih November
Trimakasih semuanya
Sabtu, 09 Oktober 2010
you are my sunshine
*You Are My Sunshine*
You are my sunshine
My only sunshine
You make me happy
When skies are gray
You’ll never know dear
How much I love you
Please don’t take my sunshine away
Dari dulu suka banget sama lagu ini. Lagu ini pertama kali saya dengar waktu SD dinyanyikan oleh ibu guru Bahasa Inggris saya yang sangat baik hati. Saya ingat sekali sesudah dia menyanyikan lagu ini, beliau menjelaskan kepada kami arti lagu ini. “Lagu ini artinya kalian ada lah sinar matahari yang terang yang selalu membuat orang lain bahagia walaupun mereka sedang sedih. Dan mereka sangat menyayangi kalian..”
Walaupun sekarang rasanya sulit sekali merasa bisa menjadi “sunshine”. Yaah hidup sudah jauh lebih rumit dari ketika saya mendengar lagu ini sewaktu SD. Rasanya ingin kembali menjadi anak SD yang bisa cepat merasa bahagia tetapi bisa lebih lama mengingatnya. Akan tetapi lagu “you are my sunshine” sampai saat ini pun masih terdengar sangat manis di telinga dan hati saya.
Terkadang lebih mudah menjalani hidup seperti anak kecil. Mudah terkesan akan sesuatu, melewati masalah dengan pikiran yang jauh lebih ringan, selalu berpikir punya banyak hal menyenangkan lainnya untuk dilakukan, masih punya banyak mimpi dan cita-cita. Ketika mulai beranjak dari masa anak-anak seperti inilah masalah dan pikiran akan semakin mengantri panjang. Ketika masih anak-anak ada beberapa masalah yang bisa selesai dengan hanya menangis. Nah, sekarang menangis hanya menjadi sebuah pilihan! Ketika untuk menangis pun sudah tak ada waktu dan kesempatan. Ketika kita harus terus berjalan kedepan menghadapi semua badai yang datang, sementara kita hanya ingin berhenti sebentar untuk menangis sekedar sedikit menyentuh menenangkan hati dan pikiran yang sudah terasa sangat berat dan kacau. Terkadang merasakan diri sendiri pun sudah tidak bisa lagi. Rasanya seperti mati rasa.
Akhirnya pilihan pun kembali dimana kita harus melupakan bagaimana cara menangis dan terus meneriakkan ke pikiran
"come on!"
"life must go on so you must started walking!"
"Learning to let go should be learned before learning to get. Life should be touched, not strangled. You’ve got to relax, let it happen at times, and at others move forward with it"
berusaha kembali menjadi seperti "sunshine" walaupun "langit berwarna abu-abu"
You could move on, do the best you could, but an ending was an ending. No matter how many pages of sentences and paragraphs of great stories led up to it, it would always have to have the last word.
You are my sunshine
My only sunshine
You make me happy
When skies are gray
You’ll never know dear
How much I love you
Please don’t take my sunshine away
Dari dulu suka banget sama lagu ini. Lagu ini pertama kali saya dengar waktu SD dinyanyikan oleh ibu guru Bahasa Inggris saya yang sangat baik hati. Saya ingat sekali sesudah dia menyanyikan lagu ini, beliau menjelaskan kepada kami arti lagu ini. “Lagu ini artinya kalian ada lah sinar matahari yang terang yang selalu membuat orang lain bahagia walaupun mereka sedang sedih. Dan mereka sangat menyayangi kalian..”
Walaupun sekarang rasanya sulit sekali merasa bisa menjadi “sunshine”. Yaah hidup sudah jauh lebih rumit dari ketika saya mendengar lagu ini sewaktu SD. Rasanya ingin kembali menjadi anak SD yang bisa cepat merasa bahagia tetapi bisa lebih lama mengingatnya. Akan tetapi lagu “you are my sunshine” sampai saat ini pun masih terdengar sangat manis di telinga dan hati saya.
Terkadang lebih mudah menjalani hidup seperti anak kecil. Mudah terkesan akan sesuatu, melewati masalah dengan pikiran yang jauh lebih ringan, selalu berpikir punya banyak hal menyenangkan lainnya untuk dilakukan, masih punya banyak mimpi dan cita-cita. Ketika mulai beranjak dari masa anak-anak seperti inilah masalah dan pikiran akan semakin mengantri panjang. Ketika masih anak-anak ada beberapa masalah yang bisa selesai dengan hanya menangis. Nah, sekarang menangis hanya menjadi sebuah pilihan! Ketika untuk menangis pun sudah tak ada waktu dan kesempatan. Ketika kita harus terus berjalan kedepan menghadapi semua badai yang datang, sementara kita hanya ingin berhenti sebentar untuk menangis sekedar sedikit menyentuh menenangkan hati dan pikiran yang sudah terasa sangat berat dan kacau. Terkadang merasakan diri sendiri pun sudah tidak bisa lagi. Rasanya seperti mati rasa.
Akhirnya pilihan pun kembali dimana kita harus melupakan bagaimana cara menangis dan terus meneriakkan ke pikiran
"come on!"
"life must go on so you must started walking!"
"Learning to let go should be learned before learning to get. Life should be touched, not strangled. You’ve got to relax, let it happen at times, and at others move forward with it"
berusaha kembali menjadi seperti "sunshine" walaupun "langit berwarna abu-abu"
You could move on, do the best you could, but an ending was an ending. No matter how many pages of sentences and paragraphs of great stories led up to it, it would always have to have the last word.
Jumat, 17 September 2010
looking into my eyes
Kamu tidak tau bagaimana rasanya jadi saya, oleh karena itu diam sajalah!
Kamu tidak tau apa yang sudah saya lakukan untuk ini semua, oleh karena itu diam sajalah!
Kamu tidak tau apa yang saya korbankan untuk ini semua, oleh karena itu diam sajalah!
Kamu tidak tau sekeras apa saya berusaha untuk membuat semua ini berlalu, oleh karena itu diam sajalah!
Kamu tidak tau selelah apa saya menghadapi semua ini, oleh karena itu diam sajalah!
Kamu tidak tau apa yang saya lihat dan tunggu selama ini untuk semua ini, oleh karena itu diam sajalah!
Kamu tidak tau rasanya memandang dari posisi saya tentang semua ini, oleh karena itu diam sajalah!
Kamu tidak tau seperti apa mendengar sesuatu yang menjatuhkan mu hingga ke ujung jurang sementara keadaan menuntut mu untuk terus terbang dilangit, oleh karena itu diam sajalah!
Kamu tidak tau perihnya air mata yang mengalir di sudut hati ketika kamu harus terus bersikap, seperti tidak mengalaminya, oleh karena itu diam sajalah!
Kamu tidak tau siapa saya, bagaimana saya berada dalam ini semua, oleh karena itu diam sajalah!
Kamu tidak tau!! Oleh karena itu diam sajalah!
Ketika kamu melihat jauh ke dalam mata saya mungkin suatu saat nanti kamu akan tau dan mengerti.
Kamu tidak tau apa yang sudah saya lakukan untuk ini semua, oleh karena itu diam sajalah!
Kamu tidak tau apa yang saya korbankan untuk ini semua, oleh karena itu diam sajalah!
Kamu tidak tau sekeras apa saya berusaha untuk membuat semua ini berlalu, oleh karena itu diam sajalah!
Kamu tidak tau selelah apa saya menghadapi semua ini, oleh karena itu diam sajalah!
Kamu tidak tau apa yang saya lihat dan tunggu selama ini untuk semua ini, oleh karena itu diam sajalah!
Kamu tidak tau rasanya memandang dari posisi saya tentang semua ini, oleh karena itu diam sajalah!
Kamu tidak tau seperti apa mendengar sesuatu yang menjatuhkan mu hingga ke ujung jurang sementara keadaan menuntut mu untuk terus terbang dilangit, oleh karena itu diam sajalah!
Kamu tidak tau perihnya air mata yang mengalir di sudut hati ketika kamu harus terus bersikap, seperti tidak mengalaminya, oleh karena itu diam sajalah!
Kamu tidak tau siapa saya, bagaimana saya berada dalam ini semua, oleh karena itu diam sajalah!
Kamu tidak tau!! Oleh karena itu diam sajalah!
Ketika kamu melihat jauh ke dalam mata saya mungkin suatu saat nanti kamu akan tau dan mengerti.
Langganan:
Postingan (Atom)