Hidup ini rasanya menjadi lebih mudah ketika semua hal yang menjadi pusat adalah diri sendiri. Semua hal baik dan keberhasilan adalah emang dari usaha setengah mati gue dan ijin Sang Pencipta. Apapun yang gue bisa lakuin sendiri, sebisa mungkin akan gue lakukan sendiri. Tidak bergantung pada orang lain. Versi parahnya bahkan tidak mengharapkan partisipasi bantuan dari orang lain. Baik bantuan fisik ataupun moral. Tidak ada ekspektasi akan pentingnya orang lain.
Sebentar, jangan salah kaprah dengan mengartikan ini sombong ataupun egois. Saya masih sangat peduli terhadap orang lain
Tapi pernah merasa menyesal karena tau lu harusnya bisa melakukan sesuatu jauh lebih baik tapi karena mengharapkan atau berekspektasi lebih dari orang lain semuanya menjadi tidak maximal dan akhirnya cuma ada penyesalan?
Gue benci perasaan menyesal. Hidup dengan penyesalan itu bahkan jauh lebih menyedihkan daripada hidup dalam kesedihan. Oleh karena itu gue selalu berusaha yang terbaik dan maksimal di setiap kesempatan yang gue punya.
Iya, gue ga sempurna, dan pernah mengecewakan. Bahkan yang paling bikin gue sedih adalah gue mengecewakan diri gue sendiri. Ini bodoh.
Gue pernah ada di suatu area nyaman, area baik yang bikin gue benar-benar menjadi seorang yang gue suka lalu tiba-tiba keadaan berubah dan gue kehilangan..sbentar, tau kehilangan apa yg bikin gue bisa merasa sangat sedih? Iya, gue kehilangan diri gue sendiri.
Sekarang mungkin gue lagi di titik dimana gue benar-benar percaya "jangan percaya pada siapapun kecuali diri mu sendiri"
Titik dimana memaafkan diri sendiri menjadi hal yang buat gue acak-acakan saking sulitnya.
Titik dimana gue kembali lagi menjadi orang yang skeptis, bahkan kali ini akan sangat skeptis.
1 hal yang syukurnya ga pernah hilang, adalah kesederhanaan yang gue suka, mencukupkan diri gue untuk dengan keadaan yang ada. Tidak berlebih jika memang tidak punya lebih. Bukan berarti tidak berusaha lebih, tapi besar pasak daripada tiang hanya akan merubuhkan segala sesuatunya.
Kebahagiaan kita itu sumbernya hanya 1 yaitu dari diri kita masing-masing. Gimana isi hati lu, gimana pikiran lu, gimana cara lu menghargai sesuatu, gimana lu memaknai sesuatu.
Gue masih jauh dari apa yang gue harapkan menjadi seorang "Angelia Novita Naibaho" dan bahkan menjadi seseorang yang ada dalam tulisan gue ini.
Gue seorang pemimpi dari dulu hingga sekarang. Buat gue ga ada yang ga mungkin jika restu Tuhan ikut mengiringi. Jadi pasti masih bisa!
Semoga masih ada waktu yang cukup ya Gusti, beri saya kesempatan lagi..
Gue hanya tidak akan meninggalkan Gusti Allah
dan maka semuanya akan baik-baik saja. Semoga tidak terlambat
Let's do our best, and let God do the rest.
(tulisan ini dibuat semata-mata hanya sebagai pengingat karena dari dulu saya lebih suka melihat tulisan dibanding mendengarnya, memaklumi betapa pelupanya saya.
Tidak suka berbicara terlalu banyak karena tindakan akan memperlihatkan lengkungan indahnya niat baik dan peluh usaha dengan lebih jelas dibanding apapun itu. Mari kita dengarkan ode pengusir sepi malam ini~)
Kamis, 12 Juli 2012
Senin, 09 April 2012
memorisau
mungkin ini, saat seperti ini, ini yang dinamakan
aku sedang berperang dengan seluruh alam semesta
aku menantang langit, aku menentang matahari, aku membenci bintang, aku mengacaukan kelabu malam.
aku merasa menang, dengan aku mengalah
semakin aku (merasa) menang, semakin hancur satu persatu semua kekuatan nurani ini
mengalah tidak selalu kalah namun kenyatannya aku kalah
kalah oleh dinginnya malam, bukan dingin yang menusuk kulit, bukan dingin yang menggetarkan tulang
hanya dingin sederhana
dingin yang membekukan hati..
aku sedang berperang dengan seluruh alam semesta
aku menantang langit, aku menentang matahari, aku membenci bintang, aku mengacaukan kelabu malam.
aku merasa menang, dengan aku mengalah
semakin aku (merasa) menang, semakin hancur satu persatu semua kekuatan nurani ini
mengalah tidak selalu kalah namun kenyatannya aku kalah
kalah oleh dinginnya malam, bukan dingin yang menusuk kulit, bukan dingin yang menggetarkan tulang
hanya dingin sederhana
dingin yang membekukan hati..
Rabu, 02 November 2011
Minggu, 02 Oktober 2011
egosentris
bila anda tidak dapat melakukan semua hal yang saya sukai, tidak bisa kah anda dengan hanya tidak melakukan hal yang saya benci?
Senin, 04 Juli 2011
040711 to: yulita angelina
Tuhan akan menjaga mu sejauh jarak yang tidak bisa aku bayangkan.
Tuhan akan menyayangi mu jauh lebih dalam dari siapapun menyayangi mu.
Tuhan akan memberikan semua yang kamu butuhkan lebih dari apa yang kau tau paling kau butuhkan, mungkin bukan yang kau ingin kan tapi yakinlah akan sejuta kali lipat lebih indah dari semua mimpi mu yang paling indah
Tuhan akan memberkati mu dengan berkatnya yang paling melimpah terus menerus seperti sungai yang mengalir dalam hidup mu tiap harinya.
Semua kebahagiaan akan Tuhan curahkan seperti sinar matahari yang menerangi hati dan hari-hari mu
Ia akan menjagamu tetap hangat dan aman dalam lindungan-Nya hingga sakit dan dingin tidak akan menyakiti mu
Ia memberi bukan hanya orang-orang yang kamu butuhkan tapi juga mereka mengisi dan memberi warna warni dalam kanvas hidup mu
Ungkapan syukur tak terperi,ucapan terima kasih tak terhingga untuk Tuhan karena telah memberikan 20 tahun yang indah untuk sahabat ku yang indah”
Kejarlah semua mimpi-mimpi mu dan berdoalah dalam setiap langkah yang kau tempuh! Selamat ulang tahun :)
Tuhan akan menyayangi mu jauh lebih dalam dari siapapun menyayangi mu.
Tuhan akan memberikan semua yang kamu butuhkan lebih dari apa yang kau tau paling kau butuhkan, mungkin bukan yang kau ingin kan tapi yakinlah akan sejuta kali lipat lebih indah dari semua mimpi mu yang paling indah
Tuhan akan memberkati mu dengan berkatnya yang paling melimpah terus menerus seperti sungai yang mengalir dalam hidup mu tiap harinya.
Semua kebahagiaan akan Tuhan curahkan seperti sinar matahari yang menerangi hati dan hari-hari mu
Ia akan menjagamu tetap hangat dan aman dalam lindungan-Nya hingga sakit dan dingin tidak akan menyakiti mu
Ia memberi bukan hanya orang-orang yang kamu butuhkan tapi juga mereka mengisi dan memberi warna warni dalam kanvas hidup mu
Ungkapan syukur tak terperi,ucapan terima kasih tak terhingga untuk Tuhan karena telah memberikan 20 tahun yang indah untuk sahabat ku yang indah”
Kejarlah semua mimpi-mimpi mu dan berdoalah dalam setiap langkah yang kau tempuh! Selamat ulang tahun :)
Rabu, 12 Januari 2011
Friendship (Persahabatan) - Khalil Gibran
And a youth said, "Speak to us of Friendship."
Your friend is your needs answered.
He is your field which you sow with love and reap with thanksgiving.
And he is your board and your fireside.
For you come to him with your hunger, and you seek him for peace.
When your friend speaks his mind you fear not the "nay" in your own mind, nor do you withhold the "ay."
And when he is silent your heart ceases not to listen to his heart;
For without words, in friendship, all thoughts, all desires, all expectations are born and shared, with joy that is unacclaimed.
When you part from your friend, you grieve not;
For that which you love most in him may be clearer in his absence, as the mountain to the climber is clearer from the plain.
And let there be no purpose in friendship save the deepening of the spirit.
For love that seeks aught but the disclosure of its own mystery is not love but a net cast forth: and only the unprofitable is caught.
And let your best be for your friend.
If he must know the ebb of your tide, let him know its flood also.
For what is your friend that you should seek him with hours to kill?
Seek him always with hours to live.
For it is his to fill your need, but not your emptiness.
And in the sweetness of friendship let there be laughter, and sharing of pleasures.
For in the dew of little things the heart finds its morning and is refreshed.
*************************************************************************************
Dan seorang remaja berkata, Bicaralah pada kami tentang Persahabatan.
Dan dia menjawab:
Sahabat adalah keperluan jiwa, yang mesti dipenuhi.
Dialah ladang hati, yang kau taburi dengan kasih dan kau tuai dengan penuh rasa terima kasih.
Dan dia pulalah naungan dan pendianganmu.
Kerana kau menghampirinya saat hati lupa dan mencarinya saat jiwa mahu kedamaian.
Bila dia berbicara, mengungkapkan fikirannya, kau tiada takut membisikkan kata “Tidak” di kalbumu sendiri, pun tiada kau menyembunyikan kata “Ya”.
Dan bilamana dia diam,hatimu berhenti dari mendengar hatinya; kerana tanpa ungkapan kata, dalam persahabatan, segala fikiran, hasrat, dan keinginan dilahirkan bersama dan dikongsi, dengan kegembiraan tiada terkirakan.
Di kala berpisah dengan sahabat, tiadalah kau berdukacita;
Kerana yang paling kau kasihi dalam dirinya, mungkin kau nampak lebih jelas dalam ketiadaannya, bagai sebuah gunung bagi seorang pendaki, nampak lebih agung daripada tanah ngarai dataran.
Dan tiada maksud lain dari persahabatan kecuali saling memperkaya roh kejiwaan.
Kerana cinta yang mencari sesuatu di luar jangkauan misterinya, bukanlah cinta , tetapi sebuah jala yang ditebarkan: hanya menangkap yang tiada diharapkan.
Dan persembahkanlah yang terindah bagi sahabatmu.
Jika dia harus tahu musim surutmu, biarlah dia mengenali pula musim pasangmu.
Gerangan apa sahabat itu jika kau sentiasa mencarinya, untuk sekadar bersama dalam membunuh waktu?
Carilah ia untuk bersama menghidupkan sang waktu!
Kerana dialah yang bisa mengisi kekuranganmu, bukan mengisi kekosonganmu.
Dan dalam manisnya persahabatan, biarkanlah ada tawa ria dan berkongsi kegembiraan..
Kerana dalam titisan kecil embun pagi, hati manusia menemui fajar dan ghairah segar kehidupan.
by Khalil Gibran
1883-1931, written in 1923
Your friend is your needs answered.
He is your field which you sow with love and reap with thanksgiving.
And he is your board and your fireside.
For you come to him with your hunger, and you seek him for peace.
When your friend speaks his mind you fear not the "nay" in your own mind, nor do you withhold the "ay."
And when he is silent your heart ceases not to listen to his heart;
For without words, in friendship, all thoughts, all desires, all expectations are born and shared, with joy that is unacclaimed.
When you part from your friend, you grieve not;
For that which you love most in him may be clearer in his absence, as the mountain to the climber is clearer from the plain.
And let there be no purpose in friendship save the deepening of the spirit.
For love that seeks aught but the disclosure of its own mystery is not love but a net cast forth: and only the unprofitable is caught.
And let your best be for your friend.
If he must know the ebb of your tide, let him know its flood also.
For what is your friend that you should seek him with hours to kill?
Seek him always with hours to live.
For it is his to fill your need, but not your emptiness.
And in the sweetness of friendship let there be laughter, and sharing of pleasures.
For in the dew of little things the heart finds its morning and is refreshed.
*************************************************************************************
Dan seorang remaja berkata, Bicaralah pada kami tentang Persahabatan.
Dan dia menjawab:
Sahabat adalah keperluan jiwa, yang mesti dipenuhi.
Dialah ladang hati, yang kau taburi dengan kasih dan kau tuai dengan penuh rasa terima kasih.
Dan dia pulalah naungan dan pendianganmu.
Kerana kau menghampirinya saat hati lupa dan mencarinya saat jiwa mahu kedamaian.
Bila dia berbicara, mengungkapkan fikirannya, kau tiada takut membisikkan kata “Tidak” di kalbumu sendiri, pun tiada kau menyembunyikan kata “Ya”.
Dan bilamana dia diam,hatimu berhenti dari mendengar hatinya; kerana tanpa ungkapan kata, dalam persahabatan, segala fikiran, hasrat, dan keinginan dilahirkan bersama dan dikongsi, dengan kegembiraan tiada terkirakan.
Di kala berpisah dengan sahabat, tiadalah kau berdukacita;
Kerana yang paling kau kasihi dalam dirinya, mungkin kau nampak lebih jelas dalam ketiadaannya, bagai sebuah gunung bagi seorang pendaki, nampak lebih agung daripada tanah ngarai dataran.
Dan tiada maksud lain dari persahabatan kecuali saling memperkaya roh kejiwaan.
Kerana cinta yang mencari sesuatu di luar jangkauan misterinya, bukanlah cinta , tetapi sebuah jala yang ditebarkan: hanya menangkap yang tiada diharapkan.
Dan persembahkanlah yang terindah bagi sahabatmu.
Jika dia harus tahu musim surutmu, biarlah dia mengenali pula musim pasangmu.
Gerangan apa sahabat itu jika kau sentiasa mencarinya, untuk sekadar bersama dalam membunuh waktu?
Carilah ia untuk bersama menghidupkan sang waktu!
Kerana dialah yang bisa mengisi kekuranganmu, bukan mengisi kekosonganmu.
Dan dalam manisnya persahabatan, biarkanlah ada tawa ria dan berkongsi kegembiraan..
Kerana dalam titisan kecil embun pagi, hati manusia menemui fajar dan ghairah segar kehidupan.
by Khalil Gibran
1883-1931, written in 1923
Rabu, 08 Desember 2010
(un)Happy [complicated version]
Setelah sekian lama tidak menulis , saya punya beberapa cerita yang ingin saya bagi dengan suasana malam yang dingin ini. Entah kenapa hujan terus mengguyur Bandung semenjak sore hingga malam ini. Ada sebuah cerita, tidak panjang, tidak rumit. Beberapa minggu yang lalu saya mendapatkan pesan singkat yang membawa saya kembali ke beberapa tahun yang lalu.
Mungkin terlalu naif rasanya jika kita selalu mengatakan kebahagiaan orang lain bisa membuat kita bahagia. Saya tau tidak begitu keadaannya. Tapi apa kebahagiaan namanya jika hanya kamu yang merasakannya? Apa kebahagiaan namanya jika kamu tidak membaginya dengan orang lain? Kebahagiaan mungkin memang datang sendiri tetapi ia akan pergi lebih cepat bila kamu tidak membaginya dengan orang lain. Sampai sekarang pun konsep ‘bahagia’ masih terasa sangat absurd buat saya, mungkin buat setiap orang. Sebenarnya sangat sederhana tapi sangat sulit dimengerti dan diungkapkan.
Beberapa tahun yang lalu pun terasa sama seperti ini. Kembali ke cerita tersebut, teman baik saya mengatakan bahwa ia akan berkunjung ke Bandung mengunjungi saya dan teman saya di Bandung. Setelah sekian lama akhirnya kesempatan ini datang juga. Proses yang sungguh sulit dan kompleks untuk kami bertemu dengan dia. Malam itu sekitar pukul 7 saya sampai di suatu FO terkenal di Bandung untuk menemui ia dan teman saya. Saya menyusuri toko itu dan mencari-cari si kecil wanita lara itu. Di suatu lorong saya melihatnya tersenyum. Melihatnya dan memeluknya.
Hal lainnya terjadi sekitar beberapa bulan yang lalu, Ayah saya akan berkunjung ke Bandung untuk mengurus beberapa urusan dan mengunjungi anak-anaknya di Bandung. Sesampainya di rumah saya melihat sosok itu. Masih kurus dengan tubuh tegapnya, masih sangat manis dengan kedua lesung pipinya , masih dengan senyum hangatnya yang membuat saya selalu merasakan kebaikan Tuhan selama 19 tahun ini.
Ketika mendapat hadiah, mendapat "keberuntungan", bisa tertawa sepuasnya, menghabiskan waktu tanpa masalah yang beruntun.
Mungkin itu yang namanya ‘bahagia’. Terlalu sederhana tapi kata-katapun tidak mampu menuliskannya. Tetapi dengan adanya masalah sana-sini, kejadian yang berat disana-sini, sakit sana-sini,lelah yang teramat sangat. Saya kembali mempertanyakan konsep ‘bahagia’ ini. too complicated.
Pesan singkat yang saya terima beberapa minggu yang lalu itu adalah “Kamu bahagia kan disana?” Sampai sekarang pesan singkat ini tidak saya balas. Entah apa jawaban yang paling tepat untuk pertanyaan ini.
Mungkin terlalu naif rasanya jika kita selalu mengatakan kebahagiaan orang lain bisa membuat kita bahagia. Saya tau tidak begitu keadaannya. Tapi apa kebahagiaan namanya jika hanya kamu yang merasakannya? Apa kebahagiaan namanya jika kamu tidak membaginya dengan orang lain? Kebahagiaan mungkin memang datang sendiri tetapi ia akan pergi lebih cepat bila kamu tidak membaginya dengan orang lain. Sampai sekarang pun konsep ‘bahagia’ masih terasa sangat absurd buat saya, mungkin buat setiap orang. Sebenarnya sangat sederhana tapi sangat sulit dimengerti dan diungkapkan.
Beberapa tahun yang lalu pun terasa sama seperti ini. Kembali ke cerita tersebut, teman baik saya mengatakan bahwa ia akan berkunjung ke Bandung mengunjungi saya dan teman saya di Bandung. Setelah sekian lama akhirnya kesempatan ini datang juga. Proses yang sungguh sulit dan kompleks untuk kami bertemu dengan dia. Malam itu sekitar pukul 7 saya sampai di suatu FO terkenal di Bandung untuk menemui ia dan teman saya. Saya menyusuri toko itu dan mencari-cari si kecil wanita lara itu. Di suatu lorong saya melihatnya tersenyum. Melihatnya dan memeluknya.
Hal lainnya terjadi sekitar beberapa bulan yang lalu, Ayah saya akan berkunjung ke Bandung untuk mengurus beberapa urusan dan mengunjungi anak-anaknya di Bandung. Sesampainya di rumah saya melihat sosok itu. Masih kurus dengan tubuh tegapnya, masih sangat manis dengan kedua lesung pipinya , masih dengan senyum hangatnya yang membuat saya selalu merasakan kebaikan Tuhan selama 19 tahun ini.
Ketika mendapat hadiah, mendapat "keberuntungan", bisa tertawa sepuasnya, menghabiskan waktu tanpa masalah yang beruntun.
Mungkin itu yang namanya ‘bahagia’. Terlalu sederhana tapi kata-katapun tidak mampu menuliskannya. Tetapi dengan adanya masalah sana-sini, kejadian yang berat disana-sini, sakit sana-sini,lelah yang teramat sangat. Saya kembali mempertanyakan konsep ‘bahagia’ ini. too complicated.
Pesan singkat yang saya terima beberapa minggu yang lalu itu adalah “Kamu bahagia kan disana?” Sampai sekarang pesan singkat ini tidak saya balas. Entah apa jawaban yang paling tepat untuk pertanyaan ini.
Langganan:
Postingan (Atom)